Aku jatuh cinta lagi,
kepadanya yang tersungging senyum teduhkan hati,
kepadanya yang tersenyum lembut tawarkan arti,
kepadanya yang menari lincah warnai hari..
Kepadanya, yang buatku malu mengurai janji,
kepadanya yang buatku yakin teguhkan hat,
kepadanya, duhai dinda yang buatku rindu sandingkan diri..
Archive for the 'katakataku' Category
Aku jatuh cinta lagi
November 1, 2008Buat aku
November 1, 2008Dan ku hanya bersandar membeku, terbaring letih, ditingkahi lamunan sepi,
hingga akhirnya, sentuh lembutmu buat aku mengenal indahnya merasa,
tawa kecilmu buat aku mampu mengetahui indahnya mendengar,
tarian gemulaimu buat aku mampu merasakan nikmatnya tersenyum hidup..
Dan ketulusanmu, rundumu, rinduku, buatku inging mengucap setia..
Malam ini
October 31, 2008Malam ini inginku tetap terjaga, menjaga hartaku, pelihara permataku, pertahankan nilai tak ternilai ini..
Bukan harta dunia karena akulah si miskin, bukanlah permata mulia karena akulah si peminta..
Inginku terjaga lindungi indah cinta,
ku tak ingin dia raib tersesat impian-impian indahku..
Karena aku tiada harta tuk pertahankannya, karena aku bukanlah hamba mulia tuk pantas dapatkannya..
Karena yang ku punya hanya [...]
Si miskin jatuh cinta
October 31, 2008Mungkin nadaku terlalu parau, tuk mampu bertutur mutiara cinta,
Mungkin parasku terlalu buruk, tuk mampu mengurau segaris senyum,
Mungkin jemari ini terlalu kasar, tuk mampu memberi belaian mesra,
dan mungkin kantungku terlalu kering, tuk mampu membeli indahnya hidup..
Tapi mungkin ruang kecil hati ini, cukup mampu genggam, pertahankan kasihmu..
Jika sungguh aku semulia itu tuk dapatkannya..
Jika aku
October 31, 2008Jika aku pelukis, pasti ku kan mampu persembahkan guratan-guratan indahku,
hingga kau terpikat indahnya..
Jika aku pujangga, pasti ku kan mampu persembahkan untaian-untaian kata,
untuk menyanjungmu seindah-indahnya..
Jika aku musisi, pasti ku kan mampu persembahkan bait-bait nada indah,
agar kau dendangkan dengan riangnya..
Dan jika aku pangeran,, pastilah ku kan mampu taburkan permata,
agar kau benar-benar merasakan nikmat dimanja..
Namun ku bukan mereka,
ku [...]
Jika ditengah perjalanan ini
October 31, 2008Jika ditengah perjalanan ini, hujan guyur basah aku, ku kan tetap tegap melangkah,
karena hujan hanya basahi tubuhku, bukan yang ku punya..
Jika ditengah perjalanan ini, angin kencang menerpaku, ku kan tetap tegap melangkah,
karena angin hanya getarkan tubuhku, bukan yang ku punya..
Dan jika ditengah perjalanan ini, ku tersesat, ku kan tetap coba tegap melangkah,
karena hanya pikirku yang [...]
Sudah semestinya
October 31, 2008Sudah semestinya langit malam ini indah, karena bintang tercipta untuknya,
meski ku memandangnya seorang diri..
Sudah semestinya langit esok pagi kan begitu cerah, karena mentari dan kicau berung gereja hadir bersama,
meski ku kan merasakannya seorang diri..
dan kini, sudah semestinya sepi tak susupi hatiku, karena cintaMu memanduku,
teguhkanku, kuatkan aku,
meski kau merindu..
Kurindu pada waktu dimana kurengkuh asa hidupku..
Bukan kujenuh..
October 31, 2008Duhai Dinda, selesaikan tarianmu malam ini..
Bukan kujenuh iringi, namun sungguh, sisakan cintamu.
Agar esok dan di kemudian hari kau tetap mampu menari, lagi, lagi, dan lagi..
Karena asa yang kupunya tak redup diesok hari, asa tuk nikmati tarianmu..
KIni rebahlah dalam tengadahku..
For someone birthday
February 2, 2008Setangkai mawar putih:
Merekah.. hilang sehelai mahkotanya dia tetap mawar..
Luntur berkas putihnya dia tetap mawar..
& luruh wangi lembutnya, dia tetap dipanggil mawar..
Sang insan:
Melangkah.. hilang segenggam permatanya dia tetap insan..
koyak sehelai sutranya dia tetap insan..
terhembus usai nafasnya, dia kan tetap disebut insan..
namun jika terlupa asa dan syukurnya..
sekedar nafas hampa tersisa..
Aku belum ingin mati
February 2, 2008Termangu aku dalam dudukku..
Tersamar seberkas bayang dalam pandangku..
Terdengar lirih merdu dalam indraku..
Terhembus halus bulu romaku..
Dan kan tersentak tersadar hati kecil ini:
“Nafasku kan terurai usai pagi nanti..”
Namun kan terbanjiri bibir ini dengan kata memuji:
“Aku belum ingin mati..”